assesment beh

Nama:Rudi
Nim:292008217
Kelas:B

RANAH PENILAIAN KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK
Penilaian adalah upaya atau tindakan untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan itu tercapai atau tidak. dengan kata lain, penilaian berfungsi sebagai alat untuk mengtahui keberhasilan proses dan hasil belajar siswa.
Benjamin S. Bloom dan kawan-kawannya itu berpendapat bahwa pengelompokkan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri peserta didik, yaitu:
a) Ranah proses berfikir (cognitive domain)
b) Ranah nilai atau sikap (affective domain)
c) Ranah keterampilan (psychomotor domain)
Dalam konteks evaluasi hasil belajar, maka ketiga domain atau ranah itulah yang harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi hasil belajar. Sasaran kegiatan evaluasi hasil belajar adalah:
1) Apakah peserta didik sudah dapat memahami semua bahan atau materi pelajaran yang telah diberikan pada mereka?
2) Apakah peserta didik sudah dapat menghayatinya?
3) Apakah materi pelajaran yang telah diberikan itu sudah dapat diamalkan secara kongkret dalam praktek atau dalam kehidupannya sehari-hari?
Ketiga ranah tersebut menjadi obyek penilaian hasil belajar. diantara ketiga ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru disekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.

1. Pengertian Ranah Penilaian Kognitif (domain Kognitif)
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). ranah kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir, termasuk didalamnya kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan kemampuan mengevaluasi.
A. Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge)
Adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali (recall) atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, rumus-rumus, dan sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunkannya. Pengetahuan atau ingatan adalah merupakan proses berfikir yang paling rendah.
Conrohnya : peserta didik dapat menerjemahkan dan menuliskannya secara baik dan benar, sebagai salah satu materi pelajaran kedisiplinan yang diberikan oleh guru Pkn di sekolah.
B. Pemahaman (comprehension)
Adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. seseorang peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan menggunakan kata-katanya sendiri.Seseorang peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan menggunakan kata-katanya sendiri.
Contohnya : Peserta didik atas pertanyaan guru pendidikan Pkn dapat menguraikan tentang makna kedisiplinan yang terkandung dalam nilai pancasila sebagai landasan Negara Indonesia.
C. Aplikasi (Application)
yaitu penggunaan abstraksi dalam situasi khusus dan konkrit.arti: menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah atau menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari
Contohnya : menghitung kebutuhan, melakukan percobaan, membuat model,merancang strategi
D. Analisis (analysis)
Adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan di antara bagian-bagian atau faktor-faktor yang satu dengan faktor-faktor lainnya.
Contohnya : Peserta didik dapat merenung dan memikirkan dengan baik tentang wujud nyata dari kedisiplinan seorang siswa dirumah, disekolah, dan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat, sebagai bagian dari Pkn.
E. Sintesis (syntesis)
Adalah kemampuan berfikir yang merupakan kebalikan dari proses berfikir analisis. Sisntesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yang yang berstruktur atau bebrbentuk pola baru. Jenjang sintesis kedudukannya setingkat lebih tinggi daripada jenjang analisis
Contohnya : peserta didik dapat menulis karangan tentang pentingnya kedisiplinan sebagiamana telah diajarkan oleh Pkn.
F. Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)
Adalah merupakan jenjang berpikir paling tinggi dalam ranah kognitif dalam taksonomi Bloom. Penilian/evaluasi disini merupakan kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu kondisi, nilai atau ide, misalkan jika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan maka ia akan mampu memilih satu pilihan yang terbaik sesuai dengan patokan-patokan atau kriteria yang ada.
Contohnya ; peserta didik mampu menimbang-nimbang tentang manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang berlaku disiplin dan akibat negatif yang akan menimpa seseorang yang bersifat malas atau tidak disiplin.
2. Pengertian Ranah Penilaian Afektif (domain Afektif)
Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku,kedisiplinannya dalam mengikuti mata pelajaran agama disekolah, motivasinya yang tinggi untuk tahu lebih banyak mengenai pelajaran agama Islam yang di terimanya, penghargaan atau rasa hormatnya terhadap guru pendidikan agama Islam dan sebagainya.
Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu: (1) receiving (2) responding (3) valuing (4) organization (5) characterization by evalue or calue complex
A. Receiving atau Attending,(menerima atua memperhatikan), adalah kepekaan seseorang dalam menerima rangsangan (stimulus) dari luar yang datang kepada dirinya dalam bentuk masalah, situasi, gejala dan lain-lain.Receiving atau attenting juga sering di beri pengertian sebagai kemauan untuk memperhatikan suatu kegiatan atau suatu objek
Contohnya : peserta didik bahwa disiplin wajib di tegakkan, sifat malas dan tidak di siplin harus disingkirkan jauh-jauh.
B. Responding (menanggapi) mengandung arti “adanya partisipasi aktif”. Jadi kemampuan menanggapi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengikut sertakan dirinya secara aktif dalam fenomena tertentu dan membuat reaksi terhadapnya salah satu cara. Jenjang ini lebih tinggi daripada jenjang receiving.
Contohnya: peserta didik tumbuh hasratnya untuk mempelajarinya lebih jauh atau menggali lebih dalam lagi,kedisiplinan tentang Pkn.
C.Valuing (menilai=menghargai). menilai atau menghargai artinya mem-berikan nilai atau memberikan penghargaan terhadap suatu kegiatan atau obyek, sehingga apabila kegiatan itu tidak dikerjakan, dirasakan akan membawa kerugian atau penyesalan.
Contohnya ; tumbuhnya kemampuan yang kuat pada diri peseta didik untuk berlaku disiplin, baik disekolah, dirumah maupun di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
D.Organization (mengatur atau mengorganisasikan) mengatur atau mengorganisasikan merupakan pengembangan dari nilai kedalam satu sistem organisasi, termasuk didalamnya hubungan satu nilai denagan nilai lain., pemantapan dan perioritas nilai yang telah dimilikinya.
Contohnya : peserta didik mendukung penegakan disiplin nasional yang telah dicanangkan oleh bapak presiden Soeharto pada peringatan hari kemerdekaan nasional tahun 1995.
E.Characterization by evalue or calue complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai) ), yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki oleh seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya.
Contohnya : siswa telah memiliki kebulatan sikap wujudnya peserta didik menjadikan perintah yang tertera di pelajatan Pkn menyangkut disiplinan, baik kedisiplinan sekolah, dirumah maupun ditengah-tengan kehidupan masyarakat.
3. Pengertian Ranah Penilaian Psikomotorik(Domain psikomotor)
Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu jadi ranah psikomotor adalah ranah yang berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya.
A. Gerakan Refleks(reflex movement),yaitu tindakan yang tidak terkontrol,jadi gerakan refleks adalah basis semua perilaku bergerak, respons terhadap stimulus tanpa sadar.
Contohnya : :melompat,menunduk,berjalan,menggerakkan leher dan kepala, menggenggam, memegang.
B. Gerakan fundamental(gross body movement), meliputi gerah fisik dasar manusia. arti: gerakan ini muncul tanpa latihan tapi dapat diperhalus melalui praktik gerakan ini terpola dan dapat ditebak .
Contohnya : gerakan berpindah: merangkak, maju perlahan-lahan, muluncur, berjalan, berlari, meloncat-loncat, berputar mengitari, memanjat dll.

C. Kemampuan Perseftual(Perceftual skill/obilities), yaitu kemampuan tubuh untuk berinteraksi dengan sekitar termasuk di sini adalah kemampuan melihat,mendengar dsb.arti : gerakan sudah lebih meningkat karena dibantu kemampuan perceptual.
Contohnya : menangkap bola, mendrible bola, melompat dari satu petak ke petak lain dengan 1 kali sambil menjaga keseimbangan, membedakan suara berbagai binatang dll.
D. Kemampuan- Kemampuan Fisik(Psycal abilities), yaitu kemampuan tubuh untuk berinteraksi dengan sekitar. termasuk di sini adalah kemampuan mendengar, melihat dan sebagainya.artinya gerak lebih efisien, berkembang melalui kematangan dan belajar
Contohnya : menggerakkan otot/sekelompok otot selama waktu tertentu,menarik-mendorong,melakukan push-up,kegiatan memperkuat lengan, kaki dan perut,menari,melakukan senam.
E. keterampilan motoris(Skilled movement), yaitu kemampuan tubuh untuk mengadaptasi gerakan-gerakan dalam pola yang kompleks. arti: dapat mengontrol berbagai tingkat gerak – terampil, tangkas, cekatan melakukan gerakan yang sulit dan rumit (kompleks).
Contohnya : melakukan gerakan terampil berbagai cabang olahraga, menari, berdansa,membuat kerajinan tangan,menggergaji,mengetik,bermain piano,memanah dll.
F. Gerakan indah dan kreatif(Non-discursive communicatio), yaitu kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan non verbal. artinya mengkomunikasikan perasaan melalui gerakan.
- gerak estetik: gerakan-gerakan terampil yang efisien dan indah
- gerakan kreatif: gerakan-gerakan pada tingkat tertinggi untuk mengkomunikasikan peran.
Contohnya : kerja seni yang bermutu ,membuat patung, melukis, melakukan senam tingkat tinggi, bermain drama (acting), keterampilan olahraga tingkat tinggi.dll.

DAFTAR PUSTAKA

Sudjana,1984,Statistik Bandung trasito
Linn dan Groniund,1995,Assisment in Education
Drs,Cece Rahmat,M,pd.dan Drs.Didi Suherdi.Evaluasi Pembelajaran

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.